Kamis, 30 Juni 2011

jadikan aku istrimu

i

Jangan jadikan Aku Istrimu,
jika nanti dengan alasan bosan kamu berpaling pada perempuan lain,
kamu harus tahu meski bosan mendengar suara dengkurmu,
melihatmu begitu pulas,
wajah mantan pacarku yang terlihat begitu sempurnapun takkan mengalihkan pandanganku dari wajah lelahmu setelah bekerja seharian.

Jangan Jadikan Aku istrimu,
jika nanti kamu enggan bangun hanya untuk mengganti popok anakmu ketika dia terbangun tengah malam,
sedang selama 9 bulan aku harus membawanya di perutku,
membuat badanku pegal dan tak bisa tidur sesukaku.

Jangan Jadikan Aku Istrimu,
jika nanti kita tidak bisa berbagi baik suka maupun sedih dan kamu lebih memilih teman perempuanmu untuk bercerita.
kamu harus tahu meski begitu banyak teman yang siap menampung curahan hatiku,
padamu aku hanya ingin berbagi dan aku bukan hanya teman tidurmu yang tidak bisa di ajak bercerita sebagai seorang sahabat.

Jangan Jadikan Aku Istrimu,
jika nanti kamu langsung tertidur setelah kita bercinta,
kamu harus tahu aku menikmati kebersamaan denganmu dan mendengar rayuan gombalmu yang lebih terdengar lucu dari pada romantis adalah saat2 yang ku tunggu..


Jangan Jadikan Aku Istrimu,
jika nanti dengan alasan sudah tidak ada kecocokan kamu memutuskan menceraikan diriku
kamu tahu betul kita memang berbeda dan bukan persamaan yang menyatukan kita tapi komitmen kita untuk hidup bersama.

Jangan Jadikan Aku Istrimu,
jika nanti kamu memilih tamparan dan kata2 kasar untuk memperinagtkan kesalahanku, sedang aku tidak tuli dan masih bisa mendengar kata-katamu yang lembut tapi berwibawa.

Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu,
jika nanti setelah seharian bekerja kamu tidak segera pulang dan memilih bertemu dengan teman-temanmu.
Sedang seharian aku sudah begitu lelah dengan cucian dan setrikaan yang menumpuk dan aku bahkan tidak sempat menyisir rambutku, anak dan rumah bukan hanya kewajibanku karena kamu menikahiku bukan untuk jadi pembantu tapi pendamping hidupmu dan jika boleh memilih aku akan memilih mencari uang dan kamu di rumah saja sehingga kamu tahu bagaimana rasanya.

Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu,
jika nanti kamu lebih sering berkutat dengan pekerjaanmu bahkan di hari minggu daripada meluangkan waktu bersama keluarga.
Aku memilihmu bukan karena aku tahu aku akan hidup nyaman dengan segala fasilitas yang bisa kamu persembahkan untukku.
Harta tidak pernah lebih penting dari kebersamaan kita membangun keluarga larema kita tidak hidup hari ini saja.

Jangan Pilih Aku Jadi Istrimu,
jika nanti kamu malu membawaku ke pesta pernikahan teman-temanmu dan memperkenalkanku sebagai istrimu.
Meski aku bangga karena kamu memilihku tapi takkan ku biarkan kata-katamu menyakitiku bagiku pasangan bukan sebuah trofi apalagi pajangan,
bukan hanya seseorang yang sedap di pandang mata tapi menyejukkan batin ketika dunia tak lagi menyapa.
Rupa adalah anugerah yang akan pudar terkikis waktu dan pada saat itu kamu akan tahu kalau pikiran dangkal telah menjerumuskanmu.

Jangan Pilih Aku Sebagai Istrimu,
jika nanti kamu berpikir akan mencari pengganti ketika tubuhku tak selangsing sekarang.
Kamu tentunya tahu kalau kamu juga ikut andil besar dengan melarnya tuguhku karena aku tidak punya waktu untuk diriku sedang kamu selalu menyempatkan diri ketika teman-temanmu mengajakmu berpetualang.

Jangan Buru-buru Menjadikan Aku Istrimu,
jika saat ini kamu masih ingin bersenang-senang dengan teman-temanmu dan beranggapan aku akan melarangmu bertemu mereka setelah kita menikah.
Kamu tidak tahu akupun masih ingin menghabiskan waktu bersama teman-temanku untuk sekedar ngobrol atau creambath di salon dan tidak ingin apa yang di sebut "kewajiban" membuatku terisolasi dari pergaulan ketika aku semakin d sibukkan dengan urusan rumah tangga.
Menikah bukan untuk menghapuskan identitas kita sebagai individu tapi kita tahu kita harus selalu menghormati hak masing-masing tanpa melupakan kewajiban.

Jangan Buru-buru Menikahiku,
jika saat ini kamu masih ingin meraih impian mimpi muda aku hanya akan menjadi penghalang untuk langkahmu itu,
meski menikah denganmu adalah impian terbesarku,
aku tidak akan keberatan menunda itu demi cita-citamu karena aku juga punya cita-cita dan aku tahu bagaimana rasanya jika berhasil meraihnya.

Jangan Buru-buru Menikahiku,
jika saat ini kamu sungkan pada orang tuaku dan merasa tidak nyaman karena waktu semakin menunjukkan kekuasaanya.
Bagiku hidup lebih lebih dari angka yang kita sebut umur,
aku tidak ingin menikah karena kewajiban atau untuk menyenangkan keluargaku.
Menikah denganmu adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidupku yang tidak ingin ku sesali hanya karena terburu-buru.

Jangan Buru-buru Menikahiku,
jika sampai saat ini kamu masih berpikir mencuci adalah pekerjaan perempuan,
aku takkan keberatan membetulkan genting rumah dan berubah menjadi satpam untuk melindungi anak-anak dan hartamu ketika kamu keluar kota.

Hapus Aku Dari Daftar Calon Istrimu,
jika saat ini masih ada perempuan yang menarik hatimu dan rasa penasaran membuatmu enggan mengenalkanku pada teman-temanmu.
Kamu harus tahu meski cintamu sudah ku perjuangkan,
aku takkan ragu untuk meninggalkanmu.

Jangan Jadikan Aku Istrimu,
jika kamu masih berpikir kamulah cinta pertamaku sedang setiap hari aku masih harus mendengar nama-nama mantanmu dan berusaha sekuat tenaga menghilangkan rasa cemburu yang mungkin tidak beralasan tapi kamu harus yakin,
kamulah cinta terakhir dan satu-satunya cinta yang ingin ku jalani sampai akhir hayatku...

Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu,
jika kamu pikir bisa menduakan cinta kamu mungkin tak tahu seberapa besar aku mengagungkan sebuah cinta tapi aku juga tidak akan menyakiti diriku sendiri jika cinta yang ku pilih mengkhianatiku.

Jangan Jadikan Aku Sebagai Istrimu,
jika kamu berpikir aku mencari kesempurnaan
jangan pernah berpikir menjadikanku sebagai istrimu jika kamu belum tahu satu saja alasan mengapa aku harus menerimamu ,,,

Senja Di Bumi Mentawai


senja ini..
aku duduk di Tepi pantai......
menatap matahari yang mulai redup....
menyisakan seberkas luka......
senja ini.

aku menangis di kerinduan senja.
mengurai kembali cerita lalu.
senja ini,

aku duduk dengan muka sedih,menanti malam menjelang tiba.
menanti bulan menguak makna.
senja ini.

di bumi Mentawai...aku memulai cerita baru.
dengan thema yang lama.
senja ini,

di bumi Mentawai..aku menanti masa depan.
meninggalkan cerita lalu.

Rasa yang terpendam


Aku Dan Mereka
Di Sini Aku masih Berdiri Kokoh….
Memandangi Hamparan Laut yang mengahampar luas…
Gelora Ombak yang melambai mesra..
Mengajak ku ikut serta.

Ku tatap butiran pasir yang bercanda ria..
Membara bersama desiran ombak..
Ingin rasa nya ku ikut serta.. Bersama meleburkan rasa..
Rasa yang terpendam..membuahkan seribu asa..
Aku ingin bersama..meleburkan segalanya..Larut dalam keindahan pantai.

Huh…..aku tidak boleh egois…
Aku tidak boleh melebur bersama ombak.
Aku tidak boleh membara bersama angin..
Dan aku juga tidak boleh bercanda ria bersama pasir…
Aku tidak berhak masuk kedalam hidup mereka..
Aku hanya boleh menyaksikan semuanya..
Meskipun maksud hati terus memburu..
Yah..biarkan semuanya indah.
Tanpa aku..tanpa kenangan..
Dan biarkan ku lewatkan hari ini dengan menyaksikan fatamorgana ini…

Rabu, 29 Juni 2011

cinta sampai disini



cinta 
ku hidup karna cinta 
cintalah yang membesarkan ku
tanpa cinta apalah arti hidup ...

entah bagaimana ku bisa hidup sampai saat ini 
itu semua karna cinta
cinta memberi kebahagiaan
cintalah yang memberikan rasa percaya

tapi suatu saat cinta dapat membunuh
sakit rasa nya di hiyanati oleh cinta
bagai tertusuk 1000 pisau 
yang menetes kan air mata darah

itu semua hanya cinta sesat 
cinta tiada yang kekal
cinta tiada yang dapat abadi selamanya
tapi rasa sayang lah yang dapat mepersatukan seseorang 

cinta bukanlah segala nya 
rasa sayang dan percaya adalah kuncinya ..
jangan lah saling menyakiti satu sama lain
susah menghilangkan luka hati yang menyayat perih ..

diriku memang bukan siapa - siapa 
tapi ku berhak menentukan segalanya
kebahagiaan ada di tangan ku
maka ku akan jadi diri sendiri

karna cinta dia dapat mengubah ku
ku tidak menjadi diriku
dan aneh rasanya menjadi orang lain
jadi jangan lah paksa aku untuk menjadi seseorang yg kau ingini ... 

ternyata ku tidak menyintaimu
tapi ku hanya menyayangimu
cinta ku hanya sampai disini
tetapi sosok mu kan tetap kan ada di bayang - bayang ku ...

Sabtu, 25 Juni 2011

"Bagaimana caranya mengakhiri kesedihan?" Pertanyaan ini kadang muncul pada sebagian orang yang sedang bersedih, biasanya wanita. Karena biasanya wanita lebih cenderung menggunakan perasaannya lebih dalam daripada pria. Sebenarnya pria pun terkadang juga demikian. Manusia diciptakan di dunia ini dilengkapi dengan perasaan. Setiap hari perasaan seseorang dapat berubah. Perubahan perasaan dapat dipengaruhi oleh individu itu sendiri mau pun dari lingkungan sekitarnya. Perasaan yang disukai manusia yaitu perasaan senang, bahagia, rindu, cinta, dsb. Perasaan yang tidak disukai yaitu perasaan sedih, benci, kecewa, bosan, dsb.

Pada artikel ini, penulis ingin berbagi tips untuk mengatur perasaan diri sendiri. Perasaan yang sering dijumpai penulis yaitu perasaan sedih dan bosan. Seseorang ada kalanya senang, ada kalanya sedih. Ketika perasaan sedang senang, waktu terasa cepat sekali... Namun ketika sedang sedih, waktu ini terasa lebih lama. Mengapa demikian? Ketika individu merasa senang, individu itu tidak terlalu banyak berpikir dan cenderung lebih banyak melakukan aktifitas. Sedangkan individu yang sedang bersedih, aktifitas mungkin masih dilakukan, namun ia memiliki pikiran yang membebaninya.

Individu sebenarnya dapat mengatur perasaannya ketika ia bersedih. Pilihan yangpertama yaitu terus-menerus mengingat dan merasakan kesedihan itu (biasanya disertai dengan menangis berkelanjutan), dan pilihan kedua yaitu BERHENTI memikirkannya, dan berpikir rasional (berhenti menoleh ke belakang dan kembali berjalan ke depan). Jika individu terus menerus menangis, berarti ia memilih pilihan pertama. Kembali lagi, itu pilihan.

Melampiaskan emosi jiwa itu penting, dan cara masing-masing individu berbeda. Salah satunya memang dengan cara menangis. Ada pula yang melampiaskannya dengan cara berteriak sekeras-kerasnya. Ada pula yang menuliskannya pada sebuah media. Kemudian ada juga yang melampiaskan emosinya dengan cara bekerja lebih giat dari biasanya. Tujuannya adalah supaya tekanan dari dalam dirinya berkurang dan hilang.

Individu dapat melakukan pengalihan perhatian dari perasaan yang tidak diinginkannya itu. Misalnya dengan mencari kesibukan, tamasya, sering berkumpul bersama teman-teman, pokoknya melakukan sesuatu yang dapat dinikmati.




Hidup ini nikmat saudara..
Jika kita menikmatinya..
Hidup ini nikmat saudara..
Jika kita mensyukurinya..


Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucapsyukurlah dalam segala hal.